<link rel="shortcut icon" href="img/icon.jpg" />
<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AREMANIA dOt cOm - Join Us If You Are Aremania</title>
	<atom:link href="http://aremania.com/888/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aremania.com/888</link>
	<description>by Triple8</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Apr 2012 12:11:00 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Aremania berkunjung ke Madrid</title>
		<link>http://aremania.com/888/?p=340</link>
		<comments>http://aremania.com/888/?p=340#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2012 12:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[NEWS & EVENTS]]></category>
		<category><![CDATA[Suara Aremania]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aremania.com/888/?p=340</guid>
		<description><![CDATA[AREMASENAYAN.COM &#8211; Siapa yang tidak kenal Raksasa sepakbola yang bermarkas di stadion Santiago Bernabeu yaitu Real Madrid.
Adalah sam Harie Pandiono seorang Aremania yang mengalir jiwa dan  semangat untuk menduniakan Arema dan mengibarkan bendera Arema di  belahan tanah Eropa dan segala kenyamanan sewaktu di sana yang suatu  saat dapat di terapkan di Malang seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>AREMASENAYAN.COM</strong> &#8211; Siapa yang tidak kenal Raksasa sepakbola yang bermarkas di stadion Santiago Bernabeu yaitu Real Madrid.</p>
<div id="attachment_3238">Adalah sam Harie Pandiono seorang Aremania yang mengalir jiwa dan  semangat untuk menduniakan Arema dan mengibarkan bendera Arema di  belahan tanah Eropa dan segala kenyamanan sewaktu di sana yang suatu  saat dapat di terapkan di Malang seperti berikut ini</div>
<p>1. Selalu ada petugas kesehatan ditiap pintu<br />
2. Tangga harus kosong jangan mencoba untuk  melanggar<br />
3. Ada tempat evakuasi medis bagi pennonton<br />
4. Pintu dibuka dua jam sebelum kick off<br />
5. Ticket dijual sesuai kapasitas setadion<br />
6. Ada rumah sakit mobile<br />
7. Semua respek  pada aturan<br />
8. Toilet bersih ,ada tempat khusus untuk penyandang cacat dan termasuk akses masuk<br />
9. Tidak ada kemacetan saat pertandingan selesai.</p>
<p><a href="http://aremasenayan.com/v1/wp-content/uploads/2012/03/photo-3.jpg"><img title="photo (3)" src="http://aremasenayan.com/v1/wp-content/uploads/2012/03/photo-3-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a></p>
<p>Syal Arema berbaur dengan syal Real Madrid</p>
<p><a href="http://aremasenayan.com/v1/wp-content/uploads/2012/03/photo-4.jpg"><img title="photo (4)" src="http://aremasenayan.com/v1/wp-content/uploads/2012/03/photo-4-600x398.jpg" alt="" width="600" height="398" /></a></p>
<p><em>Berpose bersama penggemar wanita </em></p>
<p><a href="http://aremasenayan.com/v1/wp-content/uploads/2012/03/download-1.jpg"><img title="download (1)" src="http://aremasenayan.com/v1/wp-content/uploads/2012/03/download-1.jpg" alt="" width="480" height="319" /></a></p>
<p><em>Situasi pengamanan dalam Stadion </em></p>
<p><a href="http://aremasenayan.com/v1/wp-content/uploads/2012/03/download-2.jpg"><img title="download (2)" src="http://aremasenayan.com/v1/wp-content/uploads/2012/03/download-2.jpg" alt="" width="480" height="319" /></a></p>
<p><em>Paramedis yang bersiaga di antara para penonton</em></p>
<p><a href="http://aremasenayan.com/v1/wp-content/uploads/2012/03/download-3.jpg"><img title="download (3)" src="http://aremasenayan.com/v1/wp-content/uploads/2012/03/download-3.jpg" alt="" width="480" height="319" /></a></p>
<p><em>Area Evakuasi</em></p>
<p><strong>Oleh Sam Harie Pandiono</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aremania.com/888/?feed=rss2&amp;p=340</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tour Papua Bawa 20 Pemain</title>
		<link>http://aremania.com/888/?p=337</link>
		<comments>http://aremania.com/888/?p=337#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2012 11:41:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AREMA & ISL]]></category>
		<category><![CDATA[NEWS & EVENTS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aremania.com/888/?p=337</guid>
		<description><![CDATA[AREMAFC.COM &#8211; Arema Indonesia akan membawa 20 pemainnya  dalam dalam lawatan ke Papua dalam lanjutan putaran kedua Indonesia  Super League 2011/2012. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh  Pelatih Arema Indonesia, Joko Susilo. “kami akan membawa 20 pemain ke  Papua”, ungkap Joko saat ditemui di lapangan futsal Araya pagi tadi.
Banyaknya pemain yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>AREMAFC.COM</strong> &#8211; Arema Indonesia akan membawa 20 pemainnya  dalam dalam lawatan ke Papua dalam lanjutan putaran kedua Indonesia  Super League 2011/2012. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh  Pelatih Arema Indonesia, Joko Susilo. “kami akan membawa 20 pemain ke  Papua”, ungkap Joko saat ditemui di lapangan futsal Araya pagi tadi.</p>
<p>Banyaknya pemain yang dibawa tidak lepas dari tiga pertandingan yang  akan dijalani tim Singo Edan ditanah Papua. “Ya, karena di Papua kita  akan menjalani tiga pertandingan”, jelas Pelatih yang akrab disapa  Gethuk ini. Tiga pertandingan tersebut adalah melawan Persiwa Wamena  (13/4), Persipura Jayapura (17/4) dan yang terakhir melawan Persiram  Raja Ampat (21/4).</p>
<p>20 Pemain yang dibawa termasuk tiga pemain yang terakhir bergabung  bersama tim Singo Edan, mereka adalah Sutikno, serta duo Kamerun Alain  N’Kong dan Herman Dzumafo Epandi. Saat ini ketiga pemain tersebut masih  menunggu pengesahan PT Liga Indonesia untuk bisa tampil bersama Arema  Indonesia.(os/foto:ovan/aremafc.com)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aremania.com/888/?feed=rss2&amp;p=337</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Puaskan Lima Ribu Aremania</title>
		<link>http://aremania.com/888/?p=333</link>
		<comments>http://aremania.com/888/?p=333#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Apr 2012 04:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[AREMA & ISL]]></category>
		<category><![CDATA[NEWS & EVENTS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aremania.com/888/?p=333</guid>
		<description><![CDATA[MALANG-POST.com- Bentrok Arema kontra tim Korcam Sumbermanjing Wetan (Sumawe)  sore kemarin bukanlah sebuah pertandingan resmi. Namun, laga eksibisi di  Stadion Gajayana itu sukses menyedot animo hampir 5000 penonton yang  rela berbondong-bondong datang ke stadion kebanggaan warga Kota Malang  tersebut.
Sparing match sore kemarin memang bersifat terbuka dan tidak ditiketkan.  Wajar bila [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>MALANG-POST.com</strong>- Bentrok Arema kontra tim Korcam Sumbermanjing Wetan (Sumawe)  sore kemarin bukanlah sebuah pertandingan resmi. Namun, laga eksibisi di  Stadion Gajayana itu sukses menyedot animo hampir 5000 penonton yang  rela berbondong-bondong datang ke stadion kebanggaan warga Kota Malang  tersebut.<br />
Sparing match sore kemarin memang bersifat terbuka dan tidak ditiketkan.  Wajar bila ribuan penonton suka rela menyaksikan pertandingan berdurasi  3 x 30 menit tersebut. Namun bukan semata alasan gratis itulah yang  memancing hasrat publik untuk datang ke Stadion Gajayana.<br />
“Penasaran ingin lihat permainan tim untuk putaran kedua nanti  bagaimana. Terutama N’Kong dan Dzumafo saya belum pernah lihat,” ujar  Dita, salah seorang Aremanita asal Sukun yang sore kemarin menonton dari  tribun VIP.<br />
Rasa penasaran memang menjadi alasan utama penonton menyaksikan laga  latih tanding skuad asuhan Joko ‘Gethuk’ Susilo sore itu. Utamanya bagi  mereka yang selama ini jarang melihat langsung aksi latihan M Ridhuan  dkk. “Mumpung main di daerah kota. Biasanya latihan kalau tidak di Pakis  atau Kepanjen. Jauh juga. Apalagi katanya tim sekarang jauh lebih  bagus,” tandas Denny, penonton yang mengaku tinggal di kawasan Taman  Sulfat.<br />
Nyatanya, rasa penasaran mereka terjawab lunas dengan performa ciamik  skuadra Singo Edan. Dengan dukungan penuh Aremania dan Aremanita, Seme  Patrick dkk sukses melibas tim lawan 15 gol tanpa balas.<br />
“Wah, kenapa tidak dari awal musim saja pemainnya seperti ini. Kalau  timnya seperti sekarang pasti sudah bagus. Tidak ada Marcio sepertinya  tidak masalah kalau ada Dzumafo,” lanjut Erick asal Kendalpayak.<br />
Antusiasme penonton yang begitu luar biasa sekalipun hanya menonton laga  bertitel uji coba kontra tim lokal tentu menyiratkan hal positif.  Manajemen Arema bahkan berharap animo publik yang sedemikian tinggi  mampu mengiringi kiprah tim di putaran kedua ISL 2011-2012 nanti.<br />
“Tentu ini menjadi modal positif. Sangat senang bisa melihat Aremania  dan Aremanita kembali memenuhi stadion untuk menyaksikan tim pujaannya  bertanding. Terlebih saat pertandingan resmi di Stadion Kanjuruhan  nanti. Dukungan penuh suporter sangat berarti dalam mengobarkan semangat  bertanding para pemain dan segenap awak tim,” tutur Manajer Arema,  Sunavip Ra Indrata.<br />
Meski tampak semarak, kehadiran ribuan penonton sore kemarin rupanya  justru cukup merepotkan awak tim. Alih-alih berkonsentrasi penuh  melakoni pertandingan, beberapa kali Kurnia Meiga dkk malah disibukkan  permintaan suporter untuk bersalaman, meminta tanda tangan hingga foto  bareng.<br />
Klimaksnya terjadi saat babak kedua berakhir. Banyak penonton yang tidak  tahu kalau uji coba sore kemarin berformat tiga babak dengan  masing-masing berdurasi 30 menit. Kontan saja begitu babak kedua  berakhir, penonton yang sedari awal sudah menyemut di tepi lapangan  langsung ‘menyerbu’ para pemain yang berada di lapangan.<br />
Tak ayal official Arema pun dibuat kelimpungan menghalau para penonton  yang sudah sangat menatikan moment berdekatan dengan pemain pujaannya.  Pasalnya, masih ada satu babak tambahan yang harus diselesaikan oleh  Dendi Santoso dkk. Selang beberapa menit, akhirnya para penonton mau  mengalah namun tetap bergumul di tepi lapangan.<br />
Benar saja, begitu wasit meniup peluit panjang tanda bubaran, aksi  serbuan serupa kembali berlanjut. Para pemain bahkan harus melarikan  diri demi menghindari ‘sergapan’ para fans karena jumlahnya yang terlalu  banyak. Firmansyah Apriliyanto dkk akhirnya memilih kembali ke mes  dengan berjalan kaki.<br />
Hingga perjalanan menuju mes di Jalan Welirang yang letaknya sekitar 300  meter dari stadion, mereka terus menjadi buruan suporter. “Ayo kabur.  Makin banyak,” tandas Ridhuan berseru kepada rekan-rekannya. Tapi winger  asal Singapura itu tetap melayani ramah permintaan penggemarnya untuk  berfoto bersama selama jalan kaki. (tom/bua)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aremania.com/888/?feed=rss2&amp;p=333</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masihkah Aremania Merasa yang Terbaik??..</title>
		<link>http://aremania.com/888/?p=330</link>
		<comments>http://aremania.com/888/?p=330#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2012 13:27:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suara Aremania]]></category>
		<category><![CDATA[Aremania]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aremania.com/888/?p=330</guid>
		<description><![CDATA[Masihkah Aremania merasa yang terbaik? Pionir itu pasti, yang terbaik? Ini patut dipertanyakan. Dari sisi penghargaan jelas, gelar Suppporter terbaik seakan enggan lagi terbang ke pangkuan Aremania. Ibarat perlombaan balap mobil, sekarang Aremania sedang berlomba dengan kelompok-kelompok supporter lain untuk menuju finish, yaitu gelar Supporter Terbaik. Meskipun tidak menafikan bahwa tidak selalu gelar mencerminkan kondisi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masihkah Aremania merasa yang terbaik? Pionir itu pasti, yang terbaik? Ini patut dipertanyakan. Dari sisi penghargaan jelas, gelar Suppporter terbaik seakan enggan lagi terbang ke pangkuan Aremania. Ibarat perlombaan balap mobil, sekarang Aremania sedang berlomba dengan kelompok-kelompok supporter lain untuk menuju finish, yaitu gelar Supporter Terbaik. Meskipun tidak menafikan bahwa tidak selalu gelar mencerminkan kondisi nyata.</p>
<p>Masalah pelik yang sekarang menghantui Aremania, yaitu kreativitas, arogansi dan over konfidensi yang sekarang diidap Aremania. Dulu Aremania seakan merajai panggung kreativitas sepakbola tanah air, sehingga memikat banyak kelompok supporter lain untuk menirunya. Sekarang Aremania tidak bisa lagi mengandalkan lagu-lagu, gaya-gaya, atribut-atribut dengan model lama, karena kelompok-kelompok supporter lain pun memilikinya. Ironisnya, tak terhitung berapa banyak lagu-lagu Aremania yang dijiplak mentah-mentah meskipun ada beberapa bagian yang diganti, ataupun gerakan-gerakan massal di stadion yang semakin lancar ditiru bahkan dikembangkan kelompok-kelompok supporter lain.</p>
<p>Menjadi supporter yang santun, yang sanggup mengendalikan emosi pada situasi apapun, termasuk situasi tersulit sekalipun tetap menjadi agenda utama yang harus diusung Aremania. Atau kalau tidak, Aremania akan kembali terjerembab ke masa silam yang kelam, masa di mana emosi bertahta dan mampu menyingkirkan akal sehat.</p>
<p>Konfidensi adalah baik sepanjang itu tidak menjerumuskan diri ke zone yang membuat kita nyaman dan malas melakukan perbaikan diri dan pengembangan. Disaat Aremania merasa menjadi yang terbaik, diluar sana banyak kompetitor yang meningkatkan kemampuannya. Aremania harus mampu keluar dari zone nyaman yang melenakan, Aremania harus melakukan terobosan-terobosan baru seperti dulu. Menjadi yang terbaik itu memang berat tapi mempertahankan untuk selalu menjadi yang terbaik, itu jauh lebih berat.</p>
<p>Sumber:satujiwa.net</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aremania.com/888/?feed=rss2&amp;p=330</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arema, fenomena entrepreneur</title>
		<link>http://aremania.com/888/?p=326</link>
		<comments>http://aremania.com/888/?p=326#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2012 12:22:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suara Aremania]]></category>
		<category><![CDATA[Arema]]></category>
		<category><![CDATA[Aremania]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aremania.com/888/?p=326</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:
Iwan Nugroho
Departemen Sosial Ekonomi Dan Agribisnis
Universitas Widyagama
Berbicara perihal Arema bukan semata olah raga atau sebatas sepakbola.  Arema adalah wajah multifaset, memuat olah raga sepak bola, klub, penonton, fans dan perilaku sosial ekonomi orang-orang di sekitarnya.  Resultan dari itu semua menghasilkan kohesivitas yang secara langsung atau tidak langsung menghidupkan dan memberi manfaat orang-orang di sekitarnya.

Di lapangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:</p>
<p>Iwan Nugroho</p>
<p>Departemen Sosial Ekonomi Dan Agribisnis</p>
<p>Universitas Widyagama</p>
<p>Berbicara perihal <a href="http://aremafc.com/?home" target="_blank">Arema</a> bukan semata olah raga atau sebatas sepakbola.  Arema adalah wajah multifaset, memuat olah raga sepak bola, klub, penonton, fans dan perilaku sosial ekonomi orang-orang di sekitarnya.  Resultan dari itu semua menghasilkan kohesivitas yang secara langsung atau tidak langsung menghidupkan dan memberi manfaat orang-orang di sekitarnya.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://i320.photobucket.com/albums/nn337/apriels_arema/aremania.jpg" alt="" width="435" height="345" /></p>
<p>Di lapangan semua perasaan menyatu ke dalam gairah untuk menampilkan atraksi, menemukan manfaat dan meraih kemenangan.  Perhatian <a href="http://aremafc.com/?about_all=aremania" target="_blank">Aremania</a> (sebutan bagi pendukung Arema) atau bahkan warga Malang akan tersedot di lapangan permainan.  Lahir semacam kebutuhan untuk memikirkan, melihat dan mendatangi stadion.</p>
<p>Ada banyak pertanyaan mengapa fenomena Arema tidak ditemukan di klub-klub lain.  Padahal ada sisi yang biasa-biasa saja pada Arema.  Dilihat dari homebasenya, stadion Kanjuruhan tidak berbeda dengan stadion lain.  Bahkan lebih kecil dibanding stadion Manahan Solo, Tambaksari Surabaya, Deltras Sidoarjo, atau Jakabaring Palembang.  Posisi stadion Kanjuruhan juga di luar kota, hanya kota kecamatan Kepanjen.  Sementara stadion homebase klub lain lebih memilih posisi di kota.</p>
<p>Fenomena kelebihan Arema terletak pada aspek sosialnya.  Penduduk kota Malang atau Malang raya meskipun mewarisi tradisi agraris namun punya karakter egaliter dan partisipatif, yang jelas bukan agraris feodal.  Arek Malang bisa partisipatif karena punya modal, berupa semangat, ilmu pengetahuan dan finansial. Jadi langkahnya arek Malang memang mantap, meyakinkan dan jauh.  Dengan kata lain karakter <em>entrepreneur</em> sejak dulu memang sudah terbangun pada masyarakat Malang.  Apa buktinya?  Malang adalah wilayah yang maju dalam industri pengolahan, baik itu makanan minuman, maupun ketrampilan industri lainnya.  Malang telah menjadi magnit bagi aliran barang, jasa dan orang bagi wilayah-wilayah sekelilingnya, atau bahkan siap menerima investasi dari manca negara.  Kita semua masih ingat Malang adalah kota yang maju dalam perkoperasian nasional pada tahun 1970an.  Saat itu, Malang menjadi model pengembangan koperasi bagi wilayah lainnya di Indonesia.  Sekarang, Malang memiliki predikat tambahan menjadi kota jasa pendidikan dan wisata, yang siap menyaingi Surabaya.</p>
<p>Dalam konsepsi pembangunan wilayah, <em>entrepreneurship</em> adalah kekuatan internal terpenting penghasil nilai tambah ekonomi sekaligus keunggulan wilayah. Kekuatan internal tersebut adalah inovasi yang dilandasi iptek, dan kemampuan kewirausahaan.  Inovasi diibaratkan bahan bakar, sementara <em>entrepreneurship</em> adalah mesin.  Keduanya menjadi sumber kesempatan kerja, pendapatan dan kesejahteraan.  Ekonomi wilayah biasanya tidak lagi diperankan oleh usaha besar, tetapi oleh usaha-usaha kecil dan menengah yang lincah dan efisien.  Kinerja ekonomi demikianlah yang menghidupi kota Malang dan sekitarnya.  Para pelaku ekonomi telah mengalami proses pembelajaran dalam jangka waktu lama untuk menciptakan kenyamanan iklim usaha, ketrampilan bisnis dan didukung kesiapan SDM yang bermutu.</p>
<p>Karakter <em>entrepreneur</em> adalah melihat sisi positif atau manfaat, penuh perhitungan  dan mandiri.  Penulis berani mengatakan bahwa inilah ’ruh’ nya Arema atau Aremania.   Aremania adalah pribadi-pribadi yang dewasa mengambil keputusan.  Mereka melihat dan mendatangi stadion karena ingin memperoleh manfaat dari atraksi sepak bola.  Mereka bersedia berkorban fisik dan finansial, atau meninggalkan kegiatan lain, untuk memperoleh manfaat atraksi pemain pujaannya.  Resiko itu telah dihitung demi tercapainya kepuasan.  Perasaan senasib berkorban inilah yang membangun kebersamaan untuk menciptakan rasa aman saat menonton bola.  Lahir suatu perasaan cinta  sekaligus melindungi satu sama lain dalam wadah Arema.   Rasa aman dan cinta itu mengubah dunia sepak bola lebih bersahabat.  Arema telah menjadi tontonan keluarga termasuk wanita, bukan hanya dunia pria.</p>
<p><img class="alignright" src="http://farm3.staticflickr.com/2664/4478129490_2e756973ef.jpg" alt="" width="500" height="340" />Fenomena Arema sesungguhnya merupakan bangunan <em>sosial capital</em>.  Arema telah bermetamorfosis dari sekumpulan penghobi atau pendukung sepakbola menjadi kekuatan ekonomi berbasis industri sepakbola.   Tidak terhitung berapa nilai atau manfaat ekonomi yang ditimbulkan, mulai dari transportasi, energi, makanan-minuman, asesoris, garmen, jasa periklanan atau jasa penunjang lainnya.  Semua itu tentu saja bersumber dari pengeluaran kantong Aremania.  Jelasnya Aremania bukan bermodal nekat, tetapi orang-orang yang mandiri dalam finansial.  Fenomena inilah yang senantiasa membuat stadion Kanjuruhan senantiasa penuh, yang mendorong industri sepakbola bergairah.  Hal yang membuat iri klub-klub lain.</p>
<p>Selamat untuk Arema.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aremania.com/888/?feed=rss2&amp;p=326</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Silaturahmi Paguyuban Keluarga Besar Arema Batam (2)</title>
		<link>http://aremania.com/888/?p=323</link>
		<comments>http://aremania.com/888/?p=323#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2012 00:46:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suara Aremania]]></category>
		<category><![CDATA[Aremania]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aremania.com/888/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[JIWA kekeluargaan dan kekompakan yang kental benar-benar dimiliki Arema Batam. Berada dalam wadah Paguyuban Keluarga Besar Arek Malang (PKBAB), eksistensi mereka pun sampai diakui jajaran muspida kota Batam.  Berikut bagian terakhir catatan wartawan Malang Post yang baru   mengikuti silahturahmi dengan PKBAB di Batam.
Selama ini, Arema Batam dicap oleh petinggi di pemerintahan kota Batam ikut menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JIWA kekeluargaan dan kekompakan yang kental benar-benar dimiliki Arema Batam. Berada dalam wadah Paguyuban Keluarga Besar Arek Malang (PKBAB), eksistensi mereka pun sampai diakui jajaran muspida kota Batam.  Berikut bagian terakhir catatan wartawan Malang Post yang baru   mengikuti silahturahmi dengan PKBAB di Batam.</p>
<p>Selama ini, Arema Batam dicap oleh petinggi di pemerintahan kota Batam ikut menjadi sosok berpengaruh dalam perkembangan kemajuan dari kota besar di Kepulauan Riau ini.<br />
Entah mulai kapan Arek-arek Malang alias Arema mulai merantau ke Batam. Sehingga jumlah perantauan asal Arema ini yang akrab disapa Arema Batam tersebut mencapai ribuan. Untuk yang terangkum dalam PKBAB sudah mencapai 6 ribu dari total 1,14 juta penduduk kota Batam. Mereka berbaur menjadi satu dengan masyarakat lainnya. Dalam keberadaannya, Arema Batam terutama yang tergabung di PKBAB juga begitu kompak dan mengusung semangat kekeluargaan dan kekompakan yang tinggi. Jiwa itulah yang juga menjadikan Arema Batam solid.<br />
Saking solidnya, mereka mendapatkan pengakuan langsung dari walikota Batam, Ahmad Dahlan. Karena itu, beliaunya beserta jajaran Muspida kota Batam juga tak mau melewatkan ketika diundang hadir oleh Arema Batam dalam acara pelantikan pengurus PKBAB untuk masa jabatan 2012-2016 di Hotel Pasific Palace Batam, Minggu (26/2) siang, akhir pekan lalu. Mereka pun bersedia berbaur bersama ribuan anggota PKBAB yang berasal dari segala lapisan dan latar belakang yang tak sama. Orang nomer satu di kota Batam ini berharap Arema Batam mampu mempertahankannya.<br />
‘’Saya itu tidak bisa menolak, apalagi kemudian tidak hadir di acara yang digelar oleh Arema Batam. Selama ini, saya mengetahui, Arema Batam yang punya solidaritas tinggi terhadap sesama dan kompak ini ikut bersama-sama masyarakat Batam lainnya membangun kota Batam. Bukan tidak mungkin, dari Arema Batam malah bisa menjadi pemimpin kota ini (Batam, Red), sebagai wali kota Batam kelak,” harap  Ahmad Dahlan saat memberikan sambutan di acara pelantikan pengurus PKBAB.<br />
Mendapat pujian luar biasa dari wali kota Batam, tak membuat Arema Batam diatas angin. Mereka tetap low profile dengan kental mengibarkan sikap malangan. Sekalipun Arema Batam juga tetap siap berjuang bersama dengan masyarakat Batam dalam upaya mendukung langkah pemerintah setempat memajukan dan membesarkan kota Batam. Itupun dilakukan Arema Batam dengan fokus di segala aspek kehidupan. Satu contoh, di aspek olahraga, Arema Batam juga memiliki klub amatir binaan PSSI kota Batam, PS Ongis Batam yang turun di Divisi IV kompetisi lokal PSSI Batam.<br />
‘’Kami juga memiliki klub sepakbola Ongis Batam yang kini berkiprah di Divisi IV. Tim ini diperkuat pemain-pemain dari Arema Batam dan Aremania, suporter Arema Indonesia. Pelatihnya Ongis Batam, Yoni Majang sekarang sudah melatih PS Batam (tim Divisi II Liga Indonesia, Red),” terang Bambang Yulianto, SH MH.<br />
Salah satu tokoh Arema, Anto Baret yang juga hadir di Batam dalam acara pelantikan pengurus PKBAB ini berpesan kepada Arema Batam agar tidak boleh sampai takabur, berjiwa konsekuen dengan berani tanggung jawab dan satria. Sebagai seorang satria, pria yang akrab disapa Sam OT ini menegaskan, kalau salah wajib minta maaf, tidak perlu sampai mempertahankan  diri dari kesalahannya. Selain itu, Arema Batam juga harus rajin berkarya, bukan mengejar nama besar.<br />
‘’Nama itu kosong, karya itu nyata. Kalau nggak berkarya, nama itu tidak ada artinya. Sebaik-baik manusia harus bisa memberikan manfaat kepada semua yang ada di sekitarnya. Jadi, Arema Batam tidak boleh sombong dan saling mengasuh. Yang punya kekuatan harus melindungi yang lemah. Asah asih perlu dimiliki agar tidak angkuh,” terang pria yang juga seniman jalanan ini. Dalam sebuah kesempatan, dia juga berpesan kepada walikota Batam agar tetap mengarahkan kiprah Arema Batam. ‘’Titip adik-adik saya pak wali kota (Ahmad Dahlan, Red), tolong diarahkan. Karena memiliki background yang berbeda dan tingkat intelektual,” pesannya.</p>
<p>Sumber:MalangPost</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aremania.com/888/?feed=rss2&amp;p=323</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Silaturahmi Paguyuban Keluarga Besar Arema Batam (1)</title>
		<link>http://aremania.com/888/?p=297</link>
		<comments>http://aremania.com/888/?p=297#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2012 15:28:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suara Aremania]]></category>
		<category><![CDATA[Aremania]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aremania.com/888/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[AREMA alias Arek Malang selama ini kental memiliki semangat dan jiwa kekeluargaan yang tinggi. Hal itu ternyata juga ditunjukkan ‘Arema Batam’, arek-arek Malang yang merantau ke Batam. Mereka pun membentuk Paguyuban Keluarga Besar Arema Batam (PKBAB) sebagai wadah untuk meningkatkan rasa kekeluargaan yang tinggi.

Sabtu (25/2) siang itu, terik matahari terasa menyengat kulit. Padahal, hari sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>AREMA alias Arek Malang selama ini kental memiliki semangat dan jiwa kekeluargaan yang tinggi. Hal itu ternyata juga ditunjukkan ‘Arema Batam’, arek-arek Malang yang merantau ke Batam. Mereka pun membentuk Paguyuban Keluarga Besar Arema Batam (PKBAB) sebagai wadah untuk meningkatkan rasa kekeluargaan yang tinggi.</p>
<p><a href="http://3.bp.blogspot.com/_YcvynqcC8-M/TAxOuq0KevI/AAAAAAAAAGg/RX31p0e_WdA/s1600/arema+image.jpg"><img class="aligncenter" src="http://3.bp.blogspot.com/_YcvynqcC8-M/TAxOuq0KevI/AAAAAAAAAGg/RX31p0e_WdA/s1600/arema+image.jpg" alt="" width="447" height="335" /></a></p>
<p>Sabtu (25/2) siang itu, terik matahari terasa menyengat kulit. Padahal, hari sudah menjelang sore hari. Namun, tampak semangat tinggi menyambut sesama Arema diapungkan masyarakat setempat. Bahkan, mereka pun siap panas-panasan di jalanan dengan menggelar konvoi kendaraan bermotor mengitari ruas jalan protokol. Mereka ini adalah Arema Batam dari sebagian kecil anggota PKBAB. Arek-arek Malang ini sengaja melakukannya untuk menjemput kedatangan rombongan crew d’Kross, band kebanggaan Kota Malang yang diundang khusus mereka untuk manggung di acara pelantikan pengurus PKBAB yang digelar di Hotel Pasific Palace Batam, Minggu (26/2) siang.</p>
<p>Bahkan beberapa jam sebelum kedatangan d’Kross, mereka sudah standby di pintu keluar komplek Bandara International Hang Nadim Batam. Band yang siap merambah ke belantika musik nasional dengan meluncurkan album barunya, ’Hitam Putih’ ini digawangi lima personilnya, meliputi Downy (vocal), Erick (guitar), Bunie (guitar), Menyak (bass) dan Antox (drum).</p>
<p>Malang Post yang hadir di tengah-tengah mereka di Batam, ikut merasakan aroma kekeluargaan itu sejak menginjakkan kaki di ruang pengambilan bagasi penumpang. Beberapa perwakilan dari PKBAB sudah stanby di dalam ruangan ini.</p>
<p>‘’Apa kabar Sam? Perjalanan dari Malang lancar-lancar saja? Anak-anak sudah siap konvoian dari Bandara menuju hotel yang kita siapkan menginap d’Kross. Pak Peni Suparto, Pak Rendra Kresna dan Sam Eddy Rumpoko lagi berhalangan datang ke Batam ya?’’ terang Antok Panjang, salah satu pentolan dari PKBAB menyapa rombongan d’Kross.</p>
<p>Crew d’Kross dan Arema Batam yang menjemput di bandara benar-benar memenuhi jalan dari bandara menuju Hotel Goodway, tempat awak d’Kross menginap di pusat kota. Sebenarnya untuk sampai di hotel dari bandara, hanya sekitar 20 menit. Tapi karena konvoian dengan rute memutari ruas jalan kota Batam, baru satu jam kemudian sampai di hotel. Band yang dikenal dengan lagu-lagu Arema itu, sengaja diundang Arema Batam untuk tampil alias konser di acara pelantikan pengurus PKBAB yang digelar di Hotel Pasific Palace Batam, Minggu (26/2) siang. Tak lama setiba di hotel, anggota PKBAB mulai langsung mengajak rombongan keliling kota Batam.</p>
<p>‘’Sambutan Arema Batam kepada kami selama di Batam, sangat luar biasa, istimewa sekali. Seperti di Malang, mereka juga pakai acara konvoian keliling kota. Kondisi ini pernah kami rasakan saat tour ke Kalimantan Timur, Banjarbaru dan juga saat beberapa personil d’Kross Umroh, juga disambut ramah dan terbuka. Ciri khas Arek Malang dimana saja adalah egaliter dan langsung jadi dulur begitu mengetahui sama-sama Arema. Kekompakkan dan kebersamaan yang luar biasa,’’ terang Ade d’Kross mengomentari sambutan Arema Batam.</p>
<p>Intinya, mereka ingin menjadikan tamunya dari Malang kali ini sebagai raja sehingga wajib memanjakannya. Dalam hal ini, Ketua PKBAB, Bambang Yulianto, juga ikut turun tangan dan tak mau kalah dengan anggotanya. PKBAB sendiri beranggotakan arek-arek Malang perantauan yang berjumlah 6 ribu anggota dengan berlatar belakang segala lapisan. Mulai dari pengusaha, pengacara, pegawai negeri, pelajar hingga buruh kasar. Mereka kompak di Batam, tanpa melihat batasan berapa lama tinggal di Batam, atau hal pembeda lainnya.</p>
<p>Mereka pun merasa terenyuh ketika mendengar kondisi di Malang yang akhir-akhir ini berpeluang menimbulkan gesekan antar Arema. Hal ini menyusul terjadinya dualisme konflik di tubuh Arema. Sebab, Arema Batam yang berjumlah ribuan orang bisa bersatu, bahkan mampu bersikap demokratis hingga berhasil membentukan susunan kepengurusan baru di PKBAB untuk periode tahun 2012-2016. Caranya, mereka melakukan pemilihan langsung bebas dan rahasia. Puncaknya, mereka berkumpul bersama di acara pelantikan kepengurusan PKBAB yang juga dihadiri walikota Batam, Ahmad Dahlan bersama anggota muspida setempat.</p>
<p>‘’Salam dari Arema Batam agar semuanya yang ada di Malang bisa menjaga keamanan dan kesatuan di Malang. Kami yang ada di Batam, yang selama ini merantau, mampu menciptakan kekeluargaan yang tinggi dan ikut menciptakan keamanan di Batam. Mosok di Malang malah sampai gegeran sendiri?,’’sesal Bambang Yulianto, Ketua PKBAB.</p>
<p>Sumber:MalangPost</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aremania.com/888/?feed=rss2&amp;p=297</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertengahan Maret , AREMA Uji Coba Lawan JUFA JEPANG</title>
		<link>http://aremania.com/888/?p=293</link>
		<comments>http://aremania.com/888/?p=293#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2012 03:21:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyk</dc:creator>
				<category><![CDATA[AREMA & ISL]]></category>
		<category><![CDATA[Arema]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aremania.com/888/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Arema Indonesia yang akan berkompetisi di Indoensia Super League (ISL) terus mengembangkan sayap relasinya. Sekitar bulan november tahun lalu, pihak manajemen kedatangan tamu dari Japan University Football Association (JUFA) Jepang, terkait tindaklanjut beberapa program bersama Arema Indonesia yang akan dilakukan di Malang.
JUFA (Japan Football University Association) adalah salah satu divisi di Liga Jepang (J-League) menempati [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span><span>Arema Indonesia yang akan berkompetisi di Indoensia Super League (ISL) terus mengembangkan sayap relasinya. Sekitar bulan november tahun lalu, pihak manajemen kedatangan tamu dari Japan University Football Association (JUFA) Jepang, terkait tindaklanjut beberapa program bersama Arema Indonesia yang akan dilakukan di Malang.</span></span></p>
<p>JUFA (Japan Football University Association) adalah salah satu divisi di Liga Jepang (J-League) menempati urutan ke-3, dibawah Divisi I dan Divisi II. Para pemain JUFA yg datang ke Indonesia nantinya merupakan pilihan tebaik dari seluruh Universitas yang ada di Jepang. JUFA juga sering menjadi “pemasok” utk para Pemain Timnas Jepang U-21 yang akhirnya menjadi “pintu masuk” bagi para Pemain Profesional di J-League.</p>
<p>Mereka tertarik untuk bekerja sama dengan Arema Indonesia ISL ini terkait dengan pembinaan pemain usia remaja. Itu karena Arema ISL ini memiliki akademi sepakbola khusus untuk usia dini hingga remaja atau Usia 21 tahun selain memiliki dukungan fanatik dari Aremania sebagai suporternya.</p>
<p>Tahun 2012, JUFA memutuskan utk mengadakan “try-out” ke Indonesia, setelah tahun-2 sebelumnya selalu digelar ke Eropa dan Timur Tengah.  “Menurut Mr. Kent Takahashi (direktur eksekutif JUFA) karena  atmosfer sepakbola Indonesia yg kondusif dan animo penoton juga suporternya yang antusias sekali Dan juga utk mendapatkan “suasana berbeda” dibanding dengan di Eropa dan Timur Tengah. ” Ungkap Irsam Soetarto yang bertindak sebagai Organise Transportasi dan Guide-nya.</p>
<p>Selain Arema Indonesia nampaknya Persela lamongan juga akan mendapat kesempatan untuk berlatih tanding dengan tim dari JUFA Jepang. Jika tidak ada aral melintang dijadwalkan tanggal 18 Maret 2012, Persela Lamongan akan melawan JUFA kemudian besok paginya 19 Maret 2012 ada <em>coaching clinic </em>di Batu, Malang dan tanggal 20 Maret 2012 akan ada pertandingan ujicoba antara Arema Indonesia dengan JUFA di stadion kanjuruhan. (eyk)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aremania.com/888/?feed=rss2&amp;p=293</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dimana Mahakarya itu?</title>
		<link>http://aremania.com/888/?p=289</link>
		<comments>http://aremania.com/888/?p=289#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2012 04:05:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suara Aremania]]></category>
		<category><![CDATA[Aremania]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aremania.com/888/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Sang Dwi Warna itu tampak menari-nari di tengah hamparan rumput Stadion Gajayana Malang. Di samping puluhan Aremania tampak bersatu padu memanggulnya. Bahkan puluhan bendera merah putih kecil tampak berjejer seperti siap menjadi pengawal induknya. Sejurus kemudian hanya satu komandu Koor &#8220;Padamu Negeri&#8221; nan membahana menyeruak ke seluruh penjuru Stadion.
Masih Ingat Atraksi Bendera yang tiap pertandingan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Sang Dwi Warna itu tampak menari-nari di tengah hamparan rumput Stadion Gajayana Malang. Di samping puluhan Aremania tampak bersatu padu memanggulnya. Bahkan puluhan bendera merah putih kecil tampak berjejer seperti siap menjadi pengawal induknya. Sejurus kemudian hanya satu komandu Koor &#8220;Padamu Negeri&#8221; nan membahana menyeruak ke seluruh penjuru Stadion.</p></blockquote>
<p>Masih Ingat Atraksi Bendera yang tiap pertandingan selalu dikibarkan oleh Aremania di Lapangan tiap kali Arema bertanding. Jika ya tentu kita ingat bagaimana beberapa tahun yang lalu Atraksi ini menghadirkan pesona tatkala Arema bertanding di Stadion Gajayana Malang.</p>
<p>Atraksi ini memang singkat, tidak perlu butuh waktu lebih dari 5-10 menit. Tapi begitu Anda menyaksikannya dijamin hati ini tergetar karenanya. Apalagi jika prosesi nan singkat ini diiringi dengan gemuruh nyanyian Padamu Negeri oleh segenap Aremania. Meski gempitanya belum mampu menyaingi Anfield, San Siro, Camp Nou ataupun lainnya. Namun untuk ukuran Asia jaminan akan takjubnya hati Anda akan selalu ada.</p>
<p style="text-align: center">
<p style="text-align: center"><a href="http://1.bp.blogspot.com/_Sb1lxegXzqU/RfmOOzoioJI/AAAAAAAAACA/eMkUr5OQwBQ/s400/Aremania2.JPG"><img class="aligncenter" src="http://1.bp.blogspot.com/_Sb1lxegXzqU/RfmOOzoioJI/AAAAAAAAACA/eMkUr5OQwBQ/s400/Aremania2.JPG" alt="" width="600" height="452" /></a></p>
<p style="text-align: left">
<p>Publik boleh memandang ini hanyalah sekedar atraksi belaka. Namun bagi segelintir orang ada makna lebih di balik Atraksi Bendera ini. Di satu sisi ini adalah sebuah karya monumental khas, bukan saja sebagai pembaharu namun juga pendobrak bagi iklim suporter di indonesia waktu itu. Nyaris sampai sekarang belum ada yang mampu meniru bahkan menyamai prestasi monumental ini. Toh hal ini mungkin sama ketika kita mambandingkannya sebagai suatu karya seni, sama seperti ketika Anda menonton tayangan populer Masquerade di televisi.</p>
<p>Namun itu dulu, Gegap gempita Atraksi Bendera yang melegenda ini sekarang tidak muncul lagi. Terakhir saya menyaksikan sendiri tatkala Arema bertanding melawan Persija pada Januari 2002. Itu adalah terakhir kali rasanya Sang Saka berkibar di belantara Stadion Gajayana Malang.</p>
<p>Percaya atau tidak, lewat atraksi itu para Pemain Arema seakan memiliki doping legal ketika akan memulai pertandingan. Bahkan pemain Arema kala itu, Nanang Supriadi berkata bahwa ia akan merinding ketika akan menginjakkan kaki di lapangan.</p>
<p>Namun masa kejayaan atraksi itu seakan pudar di telan waktu.Sudah lama Aremania maupun Aremanita tidak menyaksikan atraksi yang melegenda itu. Andai Atraksi itu muncul kembali tentu bukan saja 1-2 orang saja yang merindukan. Syaa yakin seluruh Aremania ataupun Aremanita juga merindukan hal ini.</p>
<p>Jika menilik prestasi Arema belakangan ini tentu kita patut prihatin, Sebagai Suporter setia salah satu tugas kita adalah memberikan dukungan semaksimal mungkin kepada Tim Kesayangan kita ini. Dukungan tidak hanya berupa kuantitas tetapi juga kualitas. Percayalah sebagai kuantitas Arema adalah salah satu yang terbaik tapi untuk menjaga Kualitas diperlukan setidaknya curahan energi tersendiri untuk ini.</p>
<p>Kita bisa menghadirkan sebuah surprise tersendiri untuk Tim Arema. Dari 24 pemain Arema sekarang ini, kalau kita hitung mundur beberapa tahun yang lalu terlihat bahwa dulu mereka bukan sebagai Skuad Arema. Simak saja Hendro Kartiko, tahun 2002 ia masih membela PSM Makassar. Ketika Aremania menyajikan Atraksi Bendera pada waktu PSM bertandang ke Malang ia bertindak sebagai pemain Tim lawan.</p>
<p>Seandainya kita bisa menghadirkan kembali Atraksi Bendera yang sekiranya belum pernah dilihat atau dirasakan pemain Arema sekarang ini, tentu mereka akan merasa tertegun seperti orang yang baru menemukan sesuatu yang berarti bagi dirinya sendiri. Atraksi Bendera ini adalah salah satu dorongan moril tersendiri bagi Pemain Arema tatkala mereka terpuruk.</p>
<p>Kabar terakhir yang saya dapat Bendera Raksasa itu sudah rusak dan sulit untuk dipergunakan kembali. Bendera Raksasa kepunyaan Mapala Jonggring Salaka ini akan tetap menjadi legenda para Aremania. Siapapun pemain Arema akan selalu bergetar sanubarinya jika melihat atraksi ini. Terlebih bagi Ponaryo, dkk yang masih butuh support untuk mengembalikan moril yang semapt terkoyak.</p>
<p style="text-align: left">Oleh: <a href="http://anak-negeri.blogspot.com/">http://anak-negeri.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aremania.com/888/?feed=rss2&amp;p=289</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERBEDAAN ISTILAH ANTARA PENONTON DAN SUPORTER SEPAKBOLA</title>
		<link>http://aremania.com/888/?p=287</link>
		<comments>http://aremania.com/888/?p=287#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Feb 2012 15:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>eyk</dc:creator>
				<category><![CDATA[Suara Aremania]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aremania.com/888/?p=287</guid>
		<description><![CDATA[Oleh:
Suryanto
Fakultas Psikologi Universitas Airlngga Surabaya
Secara harfiah, istilah “penonton” berasal dari awalan pe- dan kata kerja tonton dalam bahasa Indonesia. Awalan pe- dalam hal ini berarti orang yang melakukan pekerjaan sesuai dengan kata kerja. Bila kata kerjanya tonton, maka penonton berarti orang yang menyaksikan suatu pertunjukan atau tontonan.
Sementara itu menurut akar katanya, kata “suporter “ berasal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh:</p>
<p>Suryanto</p>
<p>Fakultas Psikologi Universitas Airlngga Surabaya</p>
<p>Secara harfiah, istilah “penonton” berasal dari awalan <em>pe-</em> dan kata kerja <em>tonton</em> dalam bahasa Indonesia. Awalan <em>pe-</em> dalam hal ini berarti orang yang melakukan pekerjaan sesuai dengan kata kerja. Bila kata kerjanya <em>tonton</em>, maka penonton berarti orang yang menyaksikan suatu pertunjukan atau tontonan.</p>
<p>Sementara itu menurut akar katanya, kata “suporter “ berasal dari kata kerja (<em>verb</em>) dalam bahasa Inggris <em>to support</em> dan akhiran (<em>suffict</em>) <em>–er</em>.  <em>To support</em> artinya mendukung, sedangkan akhiran <em>–er</em> menunjukkan pelaku. Jadi suporter dapat diartikan sebagai orang yang memberikan suport atau dukungan.</p>
<p>Dilihat dari kedua pengertian di atas jelaslah apabila antara ‘penonton’ dan ‘suporter’ memiliki makna yang berbeda, terlebih lagi apabila kata tersebut digunakan dalam persepakbolaan. <em>Penonton</em> adalah orang yang melihat atau menyaksikan pertandingan sepakbola, sehingga bersifat pasif. Sementara itu <em>suporter</em> adalah orang yang memberikan dukungan, sehinga bersifat aktif. Di lingkungan sepakbola, suporter erat kaitannya dengan dukungan yang dilandasi oleh perasaan cinta dan fanatisme terhadap tim.</p>
<p>Dalam pemakaian awam, kedua kata tersebut seringkali saling mengganti dalam pemaknaannya. Makna saling mengganti ini bisa ditemui di tulisan Maksum dan Suyanto (1991) ataupun dalam berbagai tulisan di media massa. Penelitian ini memilih kata penonton untuk menjelaskan orang yang menyaksikan maupun memberikan dukungan pada suatu tim.</p>
<p>Terdapat tiga alasan dasar pemakaian istilah penonton pada kajian ini. Pertama, ‘penonton’ maknanya lebih luas daripada ’suporter’, artinya setiap suporter adalah penonton, sebaliknya tidak semua  penonton  itu suporter. Kedua, tidak semua ’suporter’ yang mendukung tim kesayangan dalam suatu pertandingan menggunakan atribut tim yang didukungnya, sehingga sulitlah bila mengidentifikasi apakah seseorang sebagai penonton atau sebagai suporter.  Ketiga, baik penonton maupun suporter juga bisa melakukan tindakan agresi ketika berada dalam suatu situasi dan kondisi lingkungan tertentu (Suryanto, 1996).</p>
<p>Selain penonton dan suporter, istilah lain juga muncul berkenaan dengan sebutan terhadap sekelompok orang yang sedang menyaksikan pertandingan sepakbola. Bersumber dari sejumlah terbitan surat kabar  di Surabaya maupun tulisan  hasil  penelitian sejumlah ahli, peneliti melansir  adanya beberapa istilah  untuk penonton sepakbola,  seperti istilah <em>tifosi </em>dari Italia, <em>torsedor</em> dari  Amerika  Latin,  istilah  <em>bonek</em> serta <em>boling</em> dari Surabaya.</p>
<p><em>Tifosi </em> berarti  pendukung  fanatik  dalam  sepakbola Italia  (Dal-Lago  &amp; De Biasi, 1994), begitu  pula  halnya dengan  istilah <em>torsedor</em>. Sementara itu istilah <em>bonek</em> dan <em>boling</em> merupakan  singkatan atau akronim dari kata  ’bondho nekat’  dan ‘bondho maling’.</p>
<p>Istilah  ’bonek’ dari sisi semantik memiliki makna yang netral  dan tidak  memiliki tendensi perilaku yang negatif. Orang yang memiliki sifat ‘bondho nekat’ menunjukkan motivasi yang tinggi dan keberanian untuk mencapai suatu tujuan walaupun tidak memiliki bekal yang cukup. Dalam perkembangannya peran media sangat besar dalam mensosialisasikan istilah ini.  Istilah bonek kemudian menjadi sifat yang dimiliki oleh suporter yang ingin menonton dan mendukung suatu kesebelasan sepakbola.</p>
<p>Perkembangan makna istilah bonek berikutnya adalah menggambarkan sekelompok penonton sepakbola yang biasanya selalu membuat ulah dan keributan, baik di luar ataupun di dalam lapangan atau stadion.  Para  bonek biasanya  hanya berbekal  lima ratus  hingga dua ribu rupiah atau kurang dari biaya yang dibutuhkan untuk ongkos berangkat dan pulang dari stadion serta untuk membeli tiket masuk stadion. Bila berangkat ke stadion seringkali bonek ini mencari tumpangan umum seperti truk terbuka atau <em>pick-up</em> atau mencegat kereta api yang sedang lewat. Caranya masuk ke stadion, bonek ini ada yang minta uang untuk beli karcis, ada yang tanpa bayar. Ada yang minta belas kasihan penjaga pintu stadion. Ada yang  masuk  dengan memanjat  dinding  stadion atau menunggu  jebolnya  pintu stadion.</p>
<p>Sementara itu istilah  ’boling’  muncul setelah  terjadi  keributan antar penonton sepakbola saat kesebelasan Persebaya  bertanding dengan Persita Tangerang pada 17/3/1997. Label ini diberikan  oleh  Walikota Surabaya (Sunarto Somaprawiro) melalui  sejumlah penerbitan media massa atas kekecewaannya terhadap perilaku para penonton sepakbola dari Surabaya yang diduga melakukan kericuhan di Stadion Benteng Tangerang.</p>
<p>Apapun istilah yang diberikan terhadap pengkonsumsi pertunjukan sepakbola, hal itu menunjukkan bahwa diantara para wartawan, birokrat, maupun penontonnya sendiri memiliki kreativitas tersendiri dalam menjelaskan dan menjalankan peran dalam persepakbolaan.</p>
<p>Penonton sepakbola merupakan orang atau sekelompok orang yang menyaksikan ataupun memberikan dukungan pada suatu tim dalam pertandingan sepakbola. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penonton sepakbola merupakan kumpulan orang yang berada dalam suatu situasi sosial tertentu, yaitu situasi pertandingan sepakbola yang menyaksikan atau memberikan dukungan kepada tim yang dijagokannya. Oleh karena penonton sepakbola merupakan suatu kumpulan orang, maka untuk memahami perilakunya diperlukan penjelasan yang terkait dengan  konsep seperti situasi sosial dan kelompok sosial.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aremania.com/888/?feed=rss2&amp;p=287</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<script src='http://radarurl.com/js/radarurl_widget.js' type='text/javascript'></script><script type='text/javascript'>radarurl_call_radar_widget("Small", "Blue","bottomright")</script><noscript><a href='http://radarurl.com/'>online stats</a></noscript>
<body oncontextmenu="return false;">
